Majulah masuk ke dalam dunia Noni

Sebuah perjalanan hidup di pertengahan 30 tahunan...single, bahagia dan selalu mencari petualangan baru....Tinggalkan jejak anda dan ikuti jejak saya di @nonibeen

Selasa, 09 Juli 2013

Put Your Make Up On

 "Lebih baik Ibu-Ibu menghabiskan waktu ke Salon, mempercantik diri daripada di rumah nonton sinetron.  Coba kalau Ibu-Ibu pulang dari Salon dalam keadaan cantik, siapa yang senang?  Suami senang.  Kalau suami senang, Ibu-Ibu juga senang." 
Mario Teguh

Saya termasuk perempuan yang menyukai kosmetik.  Hampir setiap hari saya memakai make up di wajah saya, kecuali jika saya harus shooting biasanya saya cuma pakai bedak.  

Kecintaan saya pada make up sudah terbentuk sejak saya kecil.  Waktu SD saking pengennya saya pakai eyeshadow, saya pakai oil crayon biru di mata saya, persis dengan warna eyeshadow yang selalu digunakan Mama saya.  Jadi kalau dihitung-hitung cinta saya pada make up dan segala sesuatu yang berhubungan dengan make up sudah lebih dari 30 tahun.  

Bagi saya menjadi perempuan sudah ditakdirkan dengan make up.  Meskipun perempuan itu gak mengenal produk-produk kosmetik yang dijual di Mall tetapi mereka akan berusaha agar kecantikan mereka bertambah dengan berbagai produk-produk kosmetik yang ada di sekitar mereka, seperti bedak dari tepung beras, atau memerahkan bibir dengan pasta gigi atau daun pacar.  Bahkan memakai celak dari kemiri bakar adalah salah satu cara untuk memperindah mata.

Kamis, 04 Juli 2013

Ikatan Janji di 30 Juni

30 Juni kemarin akhirnya teman baik saya , Upit menikah dengan Mas Insan, pacarnya selama lima tahun ini.  Saya pun hadir untuk menyaksikan pernikahan mereka, mulai pemberkatan di Gereja St. Petrus Wonosari sampai resepsi mereka di Balai Desa Wonosari.  

Dari semua acara yang saya ikuti selama prosesi pernikahan, saya terkesan sekali dengan pemberkatan pernikahan di Gereja.  Sebagai penganut Agama Islam, saya baru dua kali menyaksikan teman saya menikah di Gereja.  Pertama Mbak Yayuk yang menikah di Gereja Katholik Sragen dan yang kedua, yah Upit ini.  Bukan karena saya baru menyaksikan dua kali tetapi janji mereka berdua sebelum saling memasangkan cincin pernikahan, tetapi (mungkin karena saya semakin tua) saya menjadi meresapi setiap kata yang terkandung dalam janji pernikahan itu

Dihadapan imam dan para saksi saya, ......(nama), menyatakan dengan tulus ikhlas, bahwa........ (nama mempelai wanita) yang hadir di sini mulai sekarang ini menjadi istri saya. Saya berjanji setia kepadanya dalam untung dan malang, dan saya mau mencintai dan menghormatinya seumur hidup. Demikianlah janji saya demi Allah dan Injil suci ini.

Rabu, 03 Juli 2013

Tangan Jadi Kaki, Kaki Jadi Kepala

Baru hari ini saya bertemu dengan Pembantu saya untuk memberikan gajinya yang tertunda 3 hari, bukan bermaksud untuk menunda hanya saja beberapa hari yang lalu saya harus ke Yogya menghadiri pernikahan sahabat saya, jadi saya gak menyadari kalau sudah waktunya saya membayarkan gajinya, saya sadar ketika sudah di Yogya.

Anyway, akhirnya saya kasih juga gaji Pembantu saya.  Lalu tiba-tiba saja dia curhat tentang anak laki-laki satu-satunya.

"Non, saya lagi sedih banget", keluh Mbak Ncop, pembantu saya.

"Lha kenapa mbak?" Saya balik bertanya menanggapi kata-katanya.

Kamis, 27 Juni 2013

Sesak Napas Di Shooting Tugas Pertama, TRANS7

Seluruh Crew bersama Alysson

Sebenarnya saya bukan lagi bagian dari Tim Produksi Tugas Pertama, namun karena 2 episode awal dan 1 episode pilot saya turut serta maka oleh Mala, Ass. Prod-nya saya sering diajak untuk membantu shooting, apalagi jika salah satu dari PA-nya Adit atau Doni berhalangan hadir.

Senin, 21 Juni saya kembali diajak oleh Mala untuk menggantikan Doni yang sedang bertugas di Like A Chef.  Kebetulan juga Adit juga sedang terkena flu jadi kehadiran saya rupanya cukup membantu dia.  Enaknya lagi lokasi shooting kami berada di Taman Cibubur jadi secara lokasi gak terlalu sulit (itu pendapat sebelum shooting lho....)

Sabtu, 08 Juni 2013

Cover Boleh Beda, Ide Dasar Tetap Sama

Yang saya tulis kali ini adalah pengalaman pribadi saya selama bertahun-tahun (kalau 8 tahun bisa dibilang bertahun-tahun gak yah?) bekerja di dunia Broadcast.  Saya mengamati banyak sekali penonton Indonesia yang meremehkan program TV produksi Indonesia.

Gak usah jauh-jauh deh, X Factor yang tayang di RCTI aja (terlepas siapa yang menang) secara teknik itu bukan main-main man.  Lightingnya keren banget, bahkan mereka berani menggunakan ear monitor kepada semua pengisi acara yang menurut pengalaman saya bukan pekerjaan gampang bagi seorang audio FOH, dan itu suatu keberanian.

Yang bikin jengkel sebelum programnya belum tayang banyak komentar-komentar sinis di sekitar saya.  Gimana gak jengkel lah programnya aja belum tayang tapi udah ada yang ngebandingin dengan versi original sampai yang paling bikin pengen ngejitak udah menghakimi duluan "Ah nih pasti gaje' lagi nih" (btw anyway gaje' iku opo sih?) atau "lebay deh pastinya".

Kamis, 06 Juni 2013

Pejabat Ooooh Pejabat....

Dari kemarin sore twitter ramai nge-bully Zakaria Umar Hadi, seorang pejabat Propinsi (atau provinsi yah?) Bangka Belitung yang memukul seorang Pramugari Sriwijaya Air yang bernama Febri., gara-gara ditegur agar tidak menggunakan HP ketika pesawat akan Take Off.

Pertama mebaca berita ini, saya marah dan benar-benar marah.  Saking marahnya saya sampai berkali mention ke bapak @SByudhoyono yang ternyata merupaka pekerjaan sia-sia karena gak ditanggapin juga sama Bapak Presiden yang lagi sibuk nge-tweet kenapa dia pantas mendapatkan penghargaan toleransi itu.  

Saya juga beberapa kali mention kepada para aktivis perempuan (yang katanya anti segalanya itu dan ingin meningkatkan derajat perempuan), ternyata gak ditanggapin juga sampai ada yang mention ke saya betapa sia-sianya usaha saya *tepokjidat*.  Mungkin karena itu tengah malam mereka baru me-reply minta tautan beritanya dan diretweet....that's all....beda banget sama tweetnya yang meributkan soal siaran televisi dan menentang aktivis lainnya....hehehehehehe......Padahal ini perempuan lho yang jadi korban pemukulan dan korban dipukul karena mejalankan tugasnya.

Anehnya aktivis-aktivis yang lebih liberal dan suka nge-tweet "asal-asalan" malah rajin men-tweet sehingga yang banyak menarik follower untuk mem-bully pejabat Bangka Belitung ini Zakaria Umar Hadi sekaligus juga memberikan dukungan kepada Febri dan Sriwijaya Air.  Sekarang jadi mengerti mana aktivis ikhlas mana aktivis (hanya berkata)"ikhlas".

Minggu, 02 Juni 2013

Kenapa Saya Harus Di Belakang?


Beberapa hari ini saya lagi bingung dengan banyaknya kalimat "Dibelakang Laki-Laki yang Sukses terdapat Perempuan yang Hebat".  Mulai dari seminar sampai pidato seorang tokoh politik di depan Ibu-Ibu kader partainya.

Saya gak pernah suka kalimat itu.  Kenapa?  Karena perempuan terkesan bergerak di belakang pria dan hanya di belakang pria.  Kenapa dia harus diakui kehebatannya ketika suami atau anaknya berhasil?

Memang sebagai suami istri harus saling mendukung untuk mencapai kesuksesan dan keberhasilan bersama.  Tetapi saya rasa semua perempuan punya mimpi dan cita-cita sendiri, bukan cita-cita suami atau pacar yang menjadi cita-citanya.  Perempuan kan gak harus menguburkan impiannya agar bisa mewujudkan impian suami atau anaknya.

Cari Blog Ini