Majulah masuk ke dalam dunia Noni

Sebuah perjalanan hidup di pertengahan 30 tahunan...single, bahagia dan selalu mencari petualangan baru....Tinggalkan jejak anda dan ikuti jejak saya di @nonibeen

Senin, 31 Oktober 2011

Random Pic From Last Saturday

Di depan rumah....
Felix The Black and White Cat....kucing liar yang suka tidur di sofa teras rumah.
Felix, ready to go
Bunga di tepi jalan    

Purple         
Sabtu kemarin lagi cerah banget Jakarta, cahaya matahari gak terlalu terik sehingga menimbulkan efek kuning yang menyenangkan.  Iseng-iseng pengen hunting foto aja di halaman rumah.  Dapat lah obyek bunga dan kucing liar yang suka sekali tidur di sofa teras rumah.  Saking asyiknya hunting tiba-tiba tetangga (yang sumpah rese banget deh) saya lagi ngapain, saya cuma jawab gak papa kok bu...sambil tetap foto-foto....hehehehehehe.....

Minggu, 30 Oktober 2011

Menghadapi Kesepian

Sebagai seorang perempuan single di usia 30 tahun memang berat menghadapi rasa kesepian.  Yah abis mau gimana?  Pacar gak ada, teman yang seusia kebanyakan sudah menikah, kakak dan adik punya urusan sendiri. Jadi kalau libur suka mati gaya....

Dulu sih saya begitu, sekarang sih gak.  Tahun ini saya sudah bertekad untuk menjadi jomblo bahagia dan mandiri.  Ada beberapa langkah yang saya lakukan....

1. Belajar/ kursus/ kuliah : Kuliah bisa membuat otak menjadi lebih positif selain itu saya juga mempunyai tujuan dan harapan yang ingin dicapai.  Sekarang juga banyak PT yang menawarkan cara pembayaran kuliah lebih fleksibel ditambah waktu kuliah yang dilakukan pada malam hari atau weekend.  Kuliah juga membuat saya bertemu dengan orang baru sehingga menambah teman dan wawasan.  Jangan malu untuk kembali kuliah, karena menurut seorang Perencana Keuangan, Safir Sinduk "Pendidikan adalah investasi yang amat menguntungkan untuk diri anda dan masa depan", jadi kenapa gak kuliah/ sekolah lagi??  Kalau tidak ingin kuliah, bisa kursus dan ikut seminar.  Ibu saya diumur 50 tahun lebih baru mengikuti kursus Bahasa Perancis, Biola dan dansa, hasilnya Ibu saya lebih bahagia, lebih sehat, lebih hidup dan tidak mudah pikun (sebenarnya hal ini yang membuat saya agak-agak "menderita" karena pikirannya masih awas sehingga setiap kesalahan saya selalu diingat....aaaarrrgghhh....hehehehehehehe).

2.  Punya hobi : saya suka berenang, membaca, menulis dan nonton film.  Dengan mempunyai hobi, disaat saya bosan atau sendirian, maka saya bisa membaca, menulis blog atau bahkan marathon nonton DVD khususnya drama Korea dan Jepang.  Mempunyai hobi membantu saya untuk mengisi hari dengan kegiatan yang saya sukai.  Hobi yang paling sering saya lakukan adalah menulis blog (siapa tahu bisa dibukukan....hehehehehe) dan mengedit foto.  Oiya saya pernah membaca di sebuh artikel kesehatan ternyata punya hobi menulis dan membaca membuat otak terus bekerja sehingga nantinya kita tidak mudah menjadi pikun.  

3.  Ke Salon : Sebanarnya saya tidak terlalu maniak ke Salon.  Bagi saya aneh aja gitu menghabiskan waktu berjam-jam di Salon.  Namun gara-gara Mario Teguh pernah bilang "Daripada Ibu-Ibu nonton sinetron, lebih baik menghabiskan waktu di salon, karena paling gak pulang anda akan merasa cantik dan rileks, suami pun senang karena anda merawat diri"....walaupun saya belum menikah tetapi nasehat Mario Teguh ada benarnya juga apalagi saat ini saya masih "memasarkan" diri saya (saya kan belum menikah).

4.  Memasak : Karena jomblo bukan berarti tidak memasak.  Memasak bisa membuat saya bahagia dan berharga.  Yang pasti makanan paling gak enak pun karena yang masakan sendiri jadi habis tanpa ada keluhan.

5.  Jalan Kaki : Ini sering saya lakukan jika saya bosan dengan semua kegiatan yang ada.  Bagi saya jalan kaki bukan hanya olah raga, tapi waktunya saya melihat lingkungan disekeliling saya, berpikir dan mencari ilham.

Empat kegiatan ini terbukti membuat saya sibuk, disaat bersamaan saya juga punya tujuan dan target hidup.  Sampai saat ini saya belum merasa kesepian tanpa kehadiran pacar atau suami. 


Jumat, 28 Oktober 2011

The Big Bang Theory

I've got a new favourite sitcom....The Big Bang Theory.  Ceritanya tentang persahabatan 4 orang jenius bernama Shledon, Leonard, Howard dan Raj.  Keempatnya adalah ahli Fisika dan memilik gelar Ph.D kecuali Howard yang "hanya" mempunyai gelar Master dari MIT.

Sitcom ini lucu banget, apalagi jika membahas hubungan antara Leonard dan Penny tetangga mereka yang menurut mereka adalah perempuan normal yang amat sangat menarik dan seksi.  Ditambah dialog-dialog tingkat tinggi mereka dengan bahsa-bahasa ilmiah yang sumpah mampus waktu SMA dengernya aja udah bikin dahi berlipat 10, dalam sitcom ini jadi amat sangat lucu banget.

Yang lucu juga kesukaan/ obsesi mereka dengan komik, superhero dan scifi.  Bahkan keempatnya bisa bahasa Klingon, salah satu karakter mahluk luar angkasa dalam serial Star Trek.  Lucunya lagi bintang Star Trek The Next Generation seperti Will Wheaton menjadi cameo dalam serial ini.  Klop lah sama saya yang juga suka banget sama Star Trek The Next Generation walaupun gak sampe bisa Bahasa Klingon.

Tokoh favorit saya adalah dalam serial ini adalah Sheldon dan Raj.  Sheldon adalah tipe orang yang sadar dia pintar, terlalu terus terang, terobesesi dengan Star Trek bahkan punya log seperti Capt. Picard dan tidak mengerti dengan kalimat-kalimat sarkasme sehingga suka gak sadar kalau disindir sama teman-temannya.

Raj, in the other hand selain jenius dan terobsesi dengan scifi, dia mempunyai kelainan takut bicara langsung dengan perempuan di luar dari keluarganya sehingga jika ingin bicara langsung dengan perempuan dia harus minum alkohol atau merasa sudah minum alkohol atau lewat teman-temannya.  Oiya, Raj adalah orang India dan seperti umumnya orang India, dia beragama Hindu (yang akhirnya menjadi sumber perdebatan antara Sheldon dan Raj), "dekat" dengan keluarganya sehingga sering diatur oleh orang tuanya dan suka memakai baju rapi yang nerd (tapi keren).

Saking ketagihannya sama serial ini, saya sampai sering terlambat ke kantor dan tidur malam.....^_^

Kamis, 27 Oktober 2011

Few Things From Mypic.com

Maneki Neko and my family


Rusian Dolls.....Matryoshka Doll.......

Random Pics From My Office Mates

Hallllooooo everybody my name is Kenit
Happy Halloween.....


Who is hiding?

You can see the world through my view finder

Wow....camera man.....

How nice to have this princess moment



Ok ready to take.....

Rabu, 26 Oktober 2011

Chasing Che; Latin America On Motorcycle


Gustavo dan Beatrix, dua host yang membawa kita menapak tilas perjalanan Che Guevara dan Granado

Baru-baru ini saya menemukan acara TV baru yang menurut saya inspiratif banget....acara itu adalah....(suara snar drum.....taaaarrrrraaaammmmm) adalah Chasing Che; Latin America On Motorcycle yang tayang di Nat Geo Adventure.

Sesuai dengan judulnya maka program ini bersama dengan 2 host Beatrix (Bea) dan Gustavo melakukan perjalanan kelima negara yang pernah dikunjungi Ernesto "Che" Guevara dalam memornya Motorcycle Diaries.

Walaupun perjalanan ini tidak dilakukan dengan sepeda motor seperti yang dilakukan Guevara dan sahabatnya Alberto Granado, namun napak tilas yang dilakukan Bea dan Gustavo tetap begitu mendalam, sehingga membuat saya merinding dan terkadang berkaca-kaca ketika menyaksikan betapa besar seorang Che Guevara di negara-negara Amerika Latin, bahkan penduduk kota yang pernah disinggahinya amat bangga dengan jejak langkah yang ditinggalkan seorang Guevara. 

Alberto Granado (kanan) dan Ernesto Guevara (kiri) ketika meninggalkan San Pablo.


Bahkan ketika Bea dan Gustavo mengunjungi San Pablo salah satu dari 3 episode yang sempat saya saksikan, sebuah komunitas kusta di Peru dimana Guevara dan Granado menjadi sukarelawan dokter untuk merawat para penderita Kusta.  Mata pasien kusta yang pernah dirawat keduanya masih menunjukan emosi yang kuat seakan-akan baru kemarin mereka bertemu Guevara dan Granado.  

Kedua pemuda Argentina itu dikenang dengan walaupun setelah 50 tahun, karena keberanian mereka untuk merawat sekaligus juga menyetuh dan berinteraksi dengan para penderita kusta layaknya mereka manusia.  Banyak dari penderita saat itu (1952) diasingkan keluarga mereka, bahkan ada seorang tentara yang masuk San Pablo sejak tahun 1947, dan sejak itu pula dia dibuang oleh keluarganya dan tidak pernah keluar dari San Pablo.

Yang membuat merinding juga, ketika Bea dan Gustavo bertemu dengan salah seorang teman Guavara dan Granado bermain sepak bola di San Pablo.  Namanya sendiri tercantum dalam Motorcycle Diaries...saya saya lupa namanya.

Yang menarik dalam program ini bukan hanya membicarakan soal Guavara tetapi juga membahas soal politik,sosial, budaya, kesejahteraan dan budaya disetiap tempat yang dikunjungi oleh Bea dan Gustavo setelah 50 tahun kehadiran Guevara dan Granado.  Bisa dikatakan kehadiran Guevara membuka mata masyarakata di tempat-tempat tersebut untuk melakukan pembaruan walaupun pembaruan itu bisa ditafsirkan berbeda oleh setiap orang.

Semua perjalanan pasti berakhir, begitu juga napak tilas Bea dan Gustavo pun akhirnya harus berakhir di Caracas, Venezuela.  Sama dengan Guevara dan Granado, setelah perjalanan panjang tersebut keduanya memilih berpisah, Guevara kembali ke Argentina dan menjadi Che Guevara sedangkan Granado memilih untuk bekerja di Venezuela, maka Bea dan Gustavo juga berpisah di Caracas, tentu saja perjalanan ini sudah merubah keduanya.

Sebagai orang yang bekerja di televisi, saya merasa Nat Geo membuat program serius ini menjadi lebih santai ala anak muda dalam tetap mereka memberikan informasi secara serius dan mendidik.  Bahkan di kepala saya membayangkan jika kita bisa membuat napak tilas Rute Gerilya Jendral Besar Sudirman seperti itu, mungkin saja pelajara Sejarah Indonesia bisa lebih menarik kaum muda kita.

Kita juga meresapi perasaaan Guevara ketika menginjak tempat tersebut karena sering kali ditampilkan kutipan-kutipan kalimat dari Diary El Che yang ditulisnya selama perjalanan tersebut, yang kemudian diterbitkan dalam buku Motorcycle Diaries yang selama ini kita kenal.

Selain itu program ini sepertinya melakukan riset dan survey yang mendalam.  Bahkan host-nya tampak Che Guevara banget, mereka berdua begitu "masuk" ke dalam perjalanan ini.  Saya kira mereka adalah mahasiswa....maaf yah sampe saat ini saya gak punya informasi yang memadai tentang Bea dan Gustavo.

He Just Not Into That To You

Hari Sabtu kemarin setelah selesai belajar, saya jalan-jalan ke Blok M.  Pertama sih pengen lihat-lihat buku komik bekas yang ada di Blok M eh ngikutin kaki melangkah jadinya malah ke Gramedia.  Kebetulan Gramedia juga lagi diskon.  Bahkan alat tulis dijual 1000-an.  Jadilah borong pulpen, stabilo sampai isi binder yang harganya 500 sampe 1000-an.

Di lantai 3, malah buku-buku import hard cover dijual rata-rata 25.000-an untuk buku anak-anak dan 40.000 ke atas untuk buku umum.  Tentu saja karena saya tergila-gila sama buku, akhirnya rela berjam-jam ngubek-ngubek lantai 3.  Ternyata gak sia-sia, dapat teenlit seharga 5000 - 10.000-an, yang akhirnya dibeli 3 buku.  Terus tau-taunya nemu buku He Just Not Into That To You, hardcover, baru, gak lecek dengan harga 40.000 rupiah aja.  Tanpa pikir panjang (kapan yah saya pernah punya pikiran panjang kalau beli buku?) saya beli dan langsung ke kasir biar gak berubah pikiran lagi.

Malamnya langsung cerita sama adikku si Mata Belok, dia bilang buku itu plus hard cover dengan 40.000 rupiah mah murah banget.....hehehehehehe.....akhirnya saya bisa belanja bijak juga.......

Malam itu juga buku itu saya selesaikan.  Ternyata bukunya enak dibaca dan tulisannya besar-besar sehingga mata saya gak sakit.  Sampai saya besoknya lupa harus mengerjakan tugas yang lumayan numpuk...astaga naga kapan yah saya belajar untuk menentukan prioritas??

“We are all programmed to believe that if a guy acts like a total jerk that means he likes you.”
Yah abis mau gimana emang bukunya bagus.  Pas baca jadi inget pengalaman-pengalaman didepak cowok dengan berbagai cara, yah abis saya tipe yang begitu nemu cowok yang cocok saya gak bisa melepaskannya padahal cowok-cowok itu udah nolak saya cuma saya punya segudang alasan untuk menghindari kenyataan yang ada di depan mata....hiks.....hiks........

Buku ini memang membuka mata perempuan bahwa sudah bukan waktunya lagi jadi perempuan pasrah, sabar dan menerima apapun yang dilakukan cowok terhadap kita.  Seharusnya cowok yang memang mencintai kita memperlakukan kita sebaik dan semanis mungkin.

Jadi biarkan semua yang terjadi jadi pelajaran dan biarkan masa depan tetap terbuka untuk menemukan my prince charming......."Someday my prince will comeeeeeeeeeee............." (Inilah hasil brainwash selama bertahun-tahun oleh Snow White).........




Cari Blog Ini