Ketika kita tidak mempunyai nama, gelar dan jasa maka tinggalkanlah tulisan tentang hidup...merekam segala kejadian, pikiran dan pendapat.....
Majulah masuk ke dalam dunia Noni
Sebuah perjalanan hidup di pertengahan 30 tahunan...single, bahagia dan selalu mencari petualangan baru....Tinggalkan jejak anda dan ikuti jejak saya di @nonibeen
Akhirnya saya nonton film 5cm, film yang selama ini digembar-gemborkan bakal jadi film of the year karena novelnya aja banyak dibicarakan orang. Seperti Perahu Kertas, saya belum pernah baca buku 5cm walaupun adik saya punya dan ditersusun rapi di rak buku. Jadi i don't have any clue what kind of movie the 5cm is.
Karena ajakan kedua patner in crime saya, Mula dan Upit maka kemarin sore saya pergi juga nonton film arahan Rizal Mantovani ini. Sejujurnya kami bertiga sudah dalam posisi nothing to lose, kami ini cuma kemakan sama promo. Dan dari kami bertiga cuma Mula yang sudah baca bukunya Dhonny Dhirgantoro ini, sialnya lagi Mula orang yang paling gak mau kasih spoiler. Jadi sebelum kita nonton mulutnya tertutup rapat dan gak akan mau ngomongin 5cm.
Banyak orang akan memberikan jawaban, mau jadi manusia yang sukses, punya banyak uang, taat beragama dan masuk surga. Gak ada yang salah dengan semua itu, karena setiap manusia harus punya keinginan akan menjadi seperti apa dia. Kalau saya, saya ingin menjadi manusia seperti di dalam puisi Ame Ni Mo Makezu yang ditulis oleh Kenji Miyazawa.
Saya gak nyangka ternyata banyak teman-teman kantor baca blog saya. So far, kebanyakan komennya ngasih dukungan dan suka dengan postingan saya. Yang paling menyenangkan pas ke bagian Grafis, salah designer bilang kalau dia baca blog saya dan bahkan dia bookmark (thanks yah udah bikin saya semangat nulis).
Akhirnya beberapa bulan ini saya beranikan untuk promo blog ke Twitter, Google dan Facebook. Ternyata yang statistik yang baca cukup signifikan. Tadinya cuma 50-an orang kemarin jadi 173 orang. Wow, memang promosi itu penting yah.
Tapi yang namanya jalan saya untuk memajukan blog harus menghadapi komentar-komentar negatif dari beberapa teman. Gak usahlah saya tulis komentar apa aja yang pasti kalau Noni yang dulu udah drop deh dan gak akan nerusin rencana.
Sekarang sih saya udah gak ada perasaan apa-apa dengan segala celaan itu. Sekarang saya lebih fokus dan gak mau mikirin apapun yang diluar itu. Jadi "nothing can't stop me now".
“Some people come into our lives and
quickly go. Some stay for awhile and leave footprints on our hearts. And
we are never, ever the same.”
Akhirnya salah satu boss saya, kang @andriloenggana pamit untuk berkarya di tempat yang baru. Sedih juga sih denger kabar ini yang disampaikan langsung oleh kang @andriloenggana sendiri. Biar gitu tetap lho anak-anak masih bisa bikin ketawa di momen kayak gitu, apalagi pas Ka. Dept kami ini menitikan air mata, bukannya malah ikutan sedih kami malah tambah panas cela-celaannya.
Mungkin dalam hati mereka semua sedih tapi kami semua memilih untuk merayakan kebersamaan kami bersama Kang Aloeng, bukan memikirkan perpisahan.
Soal pekerjaan Kang Aloeng emang "guru" kami. Beliau bisa menjadikan seorang yang tidak tahu menjadi ahli. Apalagi soal detail, kinerja, manajemen waktu sampai gimana caranya tetap membuat semua pihak nyaman bekerja.
You've got to do what you wanna do(Do what you wanna do)Say what you wanna say(Say what you wanna say)And don't be afraidAs long as everybodies happyAnd everybodies feeling okayYou've got to do what you wanna doSay what you wanna say, now
Do What You Wanna Do - Mocca
Saya punya 2 orang adik, cowok semua. Salah satunya adalah Cali. Posisinya pas setelah saya. Beberapa tahun ini dia bekerja di sebuah perusahaan vendor VICO di Muara Badak (Gak tau Muara Badak, googling yah biar sekalian belajar). Bekerja 7 hari dalam seminggu, lembur dan lokasi kerja yang antah berantah di tengah hutan Kalimantan plus ditemenin buaya, maka jangan tanya soal gaji, fasilitas dan liburan, singkat kata semua terpenuhi dengan baik.
Karena beberapa bulan sekali dia bisa libur sampai 2 minggu dan uangnya gak ada nomor seri, maka dia sering kursus, jalan-jalan ke Jakarta dan yang paling sering dilakukan adalah Travelling. Untuk hobi travelling ini saya akui memang dia niat banget, entah sudah berapa tempat dan negara yang dia kunjungi. Bahkan dia melengkapi dirinya dengan berbagi peralatan travelling.
Rhoma Irama, sang Raja Dangdut
akan mencalonkan dirinya menjadi Presiden dan kabarnya didukung oleh salah satu
Partai Islam.Tanggapan yang datang
beragam ada yang pro namun gak sedikit yang kontra.Yang menarik adalah kehidupan pribadi Sang
Raja pun menjadi sorotan publik, khususnya kehidupan poligaminya.
Poligami masih
merupakan kontroversi, bahkan sampai sekarang jika ada diskusi tentang poligami
maka akan berakhir dengan debat kusir.Saya sendiri pernah menyaksikan debat tentang hokum poligami yang
berakhir dengan penghujatan satu sama lain.Satunya bilang itu sudah hukum Allah SWT, satunya lagi bilang “anda
sudah menginjak hak perempuan”.
Walaupun saya
sendiri bukan “pengikut” poligami, namun bagi beberapa orang poligami adalah
jalan terbaik mereka untuk menjalani hidup.Bahkan saya pernah membaca seorang pengusaha perempuan yang mampu secara
financial dan berpendidikan rela dinikahi oleh pria beristri dan beranak enam,
agar sebagai perempuan dia merasa utuh dapat menjadi istri dan melayani
suami.Hebatnya lagi istri pertama sama
sekali tidak keberatan bahkan mendukung, karena dia merasa sudah berbuat baik
menolong madunya itu.
Minggu sore saya jalan dengan
teman bernama Upit.Upit adalah sala
seorang teman yang saya kagumi.Tadinya
saya menganggap dia “junior” saya baik dalam pekerjaan dan kehidupan.Namun 2 tahun belakangan ini, saya melihat
Upit bukan lagi junior tetapi sedikit dari teman saya yang punya prinsip dalam
hidupnya.Itu yang membuat saya selalu
“ngintilin” dia untuk hanya sekedar curhat, karaokean sampai berbagi pemikiran
soal agama dan kehidupan.
Saat itu Upit punya sedikit
masalah dalam hidup dia.Dia merasa
sekarang hidupnya terlalu “lempeng” sehingga ketika dia mendapatkan pekerjaan
barunya, dia gak merasakan apapun, bahagia gak sedih juga gak.
Sambil makan di Imperial Kitchen,
Pejaten Village, kami pun bercerita panjang lebar tentang teman-teman, mimpi,
rencana traveling impulsif kami ke Yogya, rencana pernikahan sampai tentang
kebahagiaan dan tujuan hidup.
Akhirnya kami membicarakan
mengapa semakin lama Upit merasa apa yang dia lakukan tidak lagi menimbulkan
semangat dan kebahagiaan.Baginya hidup
hanya menjalani keberuntungan demi keberuntungan, ketika baru lulus kuliah
langsung mendpaatkan pekerjaan, berhenti kerja di tempat kerja kami, minggu
depannya sudah bekerja di sebuah Pusat Kebugaran.Lalu berhenti dari Pusat Kebugaran, minggu
depannya sudah mendapatkan pekerjaan lagi.Gak ada tantangan sama sekali menurut teman saya itu.
Saya sendiri bukan orang
bijaksana, dan saya pun sedang mencari passion sejati saya.Dan juga saya sudah lama tidak merasakan
bahagianya bekerja.Sehingga saya
mencari dan mencari eksistensi di dunia ini.